Sabtu, 26 Mei 2012

Penipuan Gaya baru!

Beberapa hari yang lalu saya hampir saja kena tipu oleh orang melalui telpon dengan nomor yang tidak dikenal.
Awalnya dia menelepon dengan cara bicara seolah-olah dia adalah teman SMA yang sudah tidak lama bertemu.

Saya (S) : "Halo. Asw..ini sapa ya?"
Orang diseberang tlpn (O) :"Iih...Sombong ya, masa'sama tmn sendiri lupa!"
S : "Iya, ini sapa? no nya gak ada di kontak."
O : " Masa' gak ingat suaranya?"
S: "Iya, memang gak ingat, sapa?"
O: "Tmnnya yang polisi sapa?"
S: "Oooo...si A (nama disamarkan) ya?"
O: '"Iya, itu"
S:"Apa kabar? kok tumben nlpn? ganti nomor ya?" (karena orang yg sy tlpn adalah tmn SMA yg gak pernah nlpn bahkan sms saya sebelumnya).
O: "Iya, disimpan ya."

O: "Iya, mau minta tolong ni."
S; "Apa?" (tanpa curiga sedikitpun).
O:" jadi, saya baru saja ikut lelang di Bea cukai. Dan menang. nah, mau minta tolong promosiin di teman-teman kamu barang-barangny."
S: "Emang barangnya apa?"
O:"Barang-barang elektronik, seperti laptop, HP, dll."
S: "Oh ya udh tag di fb msd aja, ntar msd tag ke tmn-tmn yg lain. Tp, tmn msd kebanyakan mahasiswa jadi belum tentu pada mau beli." (merasa udh kenal dekat dan masih tanpa kecurigaan).
O: "Oooo, ya pas lah untuk mahasiswa. nanti saya sms kan harga-harganya ya."
S: "Ok..Ok,"
O:"Tp, dipromisiin ya..."
S: "Iya, insya Allah."

Dan pembicaraanpun terputus sampai di situ. Beberapa menit kemudian dia mengirimkan harga-harga barang-barang yang dia maksud untuk dibantu promosiin dan beberapa jam kemudian Hp saya mati kehabisan baterai.

Setelah diaktifin lagi, beberapa menit kemudian orang tersebut (yang saya kira teman SMA saya ) nelpon lagi.

S: "halo..Assalammu'alaikum ..."
O: "Iya halo, kok tadi hp nya mati?"
S:"Iya, baterainya habis."
O:" Udah terima sms harganya kan?"
S: "Iya, udh. Udh di tag ke fb belum?"
O "Belum. oh ya, saya mau minta tolong ni."
S:"minta tolong apa?"
O: "jadi, saya lagi butuh pulsa, skrg lagi gak bisa ke counter beli pulsa, bisa beliin gak? ntar uangnya saya ganti."
Saya dalam hati langsung memutuskan bahwa orang ini adalah penipu, tanpa dimulai oleh kecurigaan terlebih dahulu.
S:" eh, maaf gak bisa, lagi gak ada uang." (galaknya mulai keluar).
O:" dari tmn gitu?"
S:"Lagi gak ada tmn di kosan". (udh males ngomong).
O ;"Oh ya udh, makasih ya." (sepertinya dia sudah tau klo saya udah tahu klo dia penipu).

Dan semenjak itu, orang tersebut tidak pernah menghubungi saya lagi.
kenapa saya memutuskan kalau orang tersebut penipu,
1. Gak mungkin teman SMA yang saya maksud itu sedang berada di jakarta, karena teman saya itu tugasnya di Riau.
2. Orang itu tidak pernah mengulang menyebut namanya, yang sudah saya sebutkan pertama. dan tidak pernah juga menyebut nama saya.
3. teman SMA saya tidak mungkin minta dibeliin pulsa oleh saya selain karena dia polisi, saya juga bukan teman dekatnya (secara, dia cowok gitu ya).
4. kalau benar-benar serius tawarannya seharusnya dia menghubungi saya lagi, tapi ternyata tidak.

jadi, berHATI-HATI lah kawan!!!
- Jangan mudah percaya dengan orang yang baru dikenal.
- jangan mudah percaya dengan obrolan pertama di HP dengan nomor yang gak dikenal.
- Jangan terlalu ramah dengan orang yang menelepon dari nomor yang gak dikenal, terutama lawan jenis.

"Kejahatan bukan hanya karena niat dari pelaku tapi juga karena adanya kesempatan! WASPADALAH...WASPADALAH...WASPADALAH...." (pesan bang napi)




Jumat, 18 Mei 2012

Banyak Mikir, Sedikit Aksi.

Beberapa pekan ini saya jadi tahu bahwa kalau terlalu banyak mikir itu bisa buat kita sedikit bertindak. Karena terlalu banyak pertimbangan sehingga akhirnya tidak ada yang dilakukan.

Memang, sebelum bertindak kita harus mempertimbangkan baik buruknya terlebih dahulu. Tapi, kalau terlalu banyak mikir juga gak bagus karena bisa membuat gak efektif dan efisien dalam bertindak.

Jadi, ya kalau ada hal yang harus diputuskan dengan cepat putuskan langsung aja, jangan banyak mikir (nasehat untuk diri sendiri).

Dan ternyata banyak mikir itu bisa buat nyeri di ulu hati (biasanya disebut maag) dan saya udah merasakannya sendiri, karena beberapa pekan ini setiap pagi saya gak bisa sarapan karena kalau sarapan malah muntah karena asam lambungnya berlebih disebabkan banyak mikir.

Dan selain itu banyak mikir itu juga bisa menyebabkan mood jadi jelek, gak produktif bahkan menyebabkan kegendutan karena kebanyakan ngemil dan bermalas-malasan (dan ini ada penelitiannya loh!)

Ayo mulai sekarang mikir secukupnya, langsung aksi dan siap terima resikonya!!!


Jangan Cuek, Ayo Perhatian dan Peduli!

Sebenarnya tulisan ini ditujukan untuk diri saya sendiri. Saya sepertinya jadi anak, kakak, teman, sahabat, saudara yang sangat cuek bagi orang-orang. Jarang nanyain kabar orang lain, bahkan nelpon ke rumah aja jarang. Jarang ngucapin selamat ulamg tahun ke saudara, teman, dan sahabat.(Bahaya ni kalau udah berkeluarga, bisa-bisa gak tau kabar suami dan anak sendiri).

Karena terlalu cueknya,  Hari ini saya baru tahu siapa bos saya di NF, setelah 3 tahun saya bekerja di sana (parah kan???). Dan ada kelas yang sudah 4 pekan saya ajar, 1 orang nama muridnya pun saya gak ingat, kayaknya ada banyak kelas sebelumnya yang ampe sekarang saya gak tahu  nama murid-murid di kelas tersebut....ckckck

Padahal dalam suatu hubungan itu, baik hubungan darah ataupun tidak, perhatian itu perlu. Karena dengan perhatian kita ke seseorang itulah ikatan hubungan itu semakin kuat dan silaturrahim tetap terjaga....hehe.

Pokoknya mulai sekarang kita harus (terutama saya),
1. Lebih perhatian ke orang tua dan adik-adik.
2. Lebih perhatian ke saudara-saudari.
3. Lebih perhatian ke sahabat-sahabat.
4  Lebih Perhatian ke teman-teman.
5. Lebih perhatian ke tetangga.
6. Lebih perhatian ke murid-murid.
7. dan lebih peduli ke lingkungan sekitar.

AYO JADI ORANG YANG PERHATIAN dan PEDULI!!!!

Selasa, 08 Mei 2012

Facebook dan Jati Diri Muslimah

Facebook, sekarang bukanlah sesuatu hal yang langka lagi bagi masyarakat Indonesia. Sebagian besar masyarakat Indonesia yang berusia 10-60 tahun memilki akun facebook dengan tujuan masing-masing. Ada yang bertujuan untuk  promosi, jualan, berkenalan, silaturahim, iseng atau bahkan sampai tujuan kejahatan.

Pada tahun 2011, menurut kompasiana Indonesia menempati urutan kedua jumlah pengguna facebook terbanyak setelah Amerika Serikat. Pada tahun 2012 awal ini, Indonesia menjadi urutan ke-3 dimana urutan kedua adalah India. pengguna facebook di Indonesia sekarang berjumlah 43,06 juta (per 1 februari 2012) dari total penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 241 juta jiwa, yang kebanyakan penggunanya berusia 18-24 tahun.

Sebenarnya, menurut saya tidak salah memiliki akun facebook. Karena ada banyak hal positif yang bisa kita dapatkan dengan memiliki akun tersebut. Dengan facebook, kita bisa berkomunikasi dengan keluarga, saudara, sahabat, dan teman yang mungkin sudah berpuluh-puluhan tahun tidak kita temui.Bahkan ada kisah, seorang anak yang kembali bertemu dengan orang tuanya setelah berpuluh-puluh tahun berpisah, mereka bertemu karena adanya facebook. Saya juga, bisa berkomunikasi kembali dengan seorang teman SD yang sudah 10 tahun tidak saya temui (padahal cuma se-SD selama lebih kurang 2,5 tahun), iya itu juga karena facebook.

Sekarang akun facebook juga digunakan oleh para aktivis dakwah sebagai media untuk berdakwah, karena banyak nasehat, tausiyah, hadits dan ayat-ayat Al'qur'an yang bisa kita share melalui facebook, sehingga memungkinkan kita untuk saling mengingatkan melalui facebook.

Namun, kadang-kadang ada batas-batas tak tertulis yang kita lewati. Tanpa kita sadari terutama muslimah, facebook itu bisa menggambarkan jati diri kita sebagai muslimah, apakah kita termasuk muslimah yang menjaga diri? ato termasuk muslimah yang gampangan (semua hal diceritakan di facebook)? Sebenarnya kita tidak bisa menjawab pertanyaan itu sendiri, tapi orang-orang yang mengenal kita lah yang dapat menjawabnya karena mereka yang berinteraksi dengan kita di dunia nyata dan melihat kita di dunia maya (dalam penggunaan facebook).

Kadang-kadang kita terlena dengan godaan-godaan yang halus dan dengan pemakluman-pemakluman kecil, seperti menampilkan foto wajah ke seluruh pengguna facebook, menceritakan apa yang kita lakukan dan kerjakan (tanpa ada hikmah di dalamnya) dengan bermaksud untuk mendapat perhatian ke semua teman facebook kita, serta melewati batas-batas interaksi ikhwan akhwat (karena kita membedakan dunia nyata dan dunia maya).

Ayo saudariku, kawanku, adikku, kakakku kita muhasabah lagi diri ini. Sudah sejauh mana kesalahan kita? sudah sejauh mana kebaikan kita? lebih banyak kesalahan atau kebaikan kah?  kalau mau kita ibaratkan facebook itu aurat kita sebagai muslimah, maka tampakkan sajalah muka dan telapak tangan kita, yang selain itu hijab kan lah, biarkan ia tertutup dan terjaga antara kita dan Allah. Allah yang Maha Kuasa saja mau menutup aib kita, masa' kita dengan mudahnya membuka aib tersebut ke banyak orang?

Ayo saling mengingatkan dan saling menasehatkan dalam kebaikan.
Ayo dari sekarang bersama-sama kita jaga diri kita (Jangan tampilkan foto kesembarangan orang apalagi ke yang bukan muhrim) , keluarga kita, dan saudari-saudari kita dari fitnah dunia (salah satunya bisa dengan tidak sembarangan men-tag foto-foto muslimah di facebook, karena bisa saja mereka sudah semaksimalnya menjaga diri mereka tapi malah kita yang merusaknya). Mudah-mudahan Allah selalu memberikan yang terbaik bagi kita.

Wallahu'alam...

(Sedang berusaha memperbaiki diri dan mengajak orang lain juga untuk melakukan perbaikan)



SEMANGAT Hafidhatul Faizah!!!

2 pekan yang lalu adik saya yang ke-2 yang UN SMP, Nah sekarang adik saya yang ke-3 (anak bungsu, anak ke-4) yang UN SD. Namanya Hafidhatul Faizah, panggilannya iza klo di rumah, tapi klo di sekolah hafi. Anaknya lebih aktif ketimbang si Ai, jarang berada di rumah selalu main. Tapi, alhamdulilah dia cukup pintar sehingga kadang-kadang mendapat juara di sekolahnya.

Adik saya yang satu ini, memiliki wajah yang hitam manis (dari 1 keluarga dia yang paling hitam). Ukuran badannya hampir sama besar dengan ai (karena dia cepat gede sedangkan ai lama kecil) jadi mereka kayak kembar dah, apalagi klo pake baju yang sama. (tapi, wajah mereka gak terlalu mirip sih, cuma badannya aja yang sama besar)

Klo 2 pekan yang lalu, saya menelepon Ai untuk kasih semangat, karena ai orangnya serius. sedangkan si Iza ini, dia gak ada tu yang sengaja nelepon saya cuma untuk minta dido'ain (karena orangnya mah cuek-cuek aja), cuma kemarin pas mama nelpon dia teriak dari belakang "DO'AIN YA KAK! BESOK IZA UJIAN!!!" udah gitu doang, saya mau jawab apa juga mana dia dengar.

Ya itulah Iza, 2 bulan lalu ketika saya pulang. Setiap hari saya melihat ai ngerjain soal-soal UN dari buku kumpulan soal UN yang saya belikan, sedangkan Iza....setiap hari jarang terlihat batang hidungnya di rumah, buku UN yang saya belikan untuk dia pun masih rapi dan bersih alias jarang dibuka.

Ya, saya cuma bisa berdo'a, mudah-mudahan Allah memberikan kemudahan kepada dia untuk mengerjakan soal-soal UN dan saya percaya dia bisa, karena Allah memberikan kelebihan kepada dia dalam hal kecerdasan.....

SEMANGAT IZA!!! :-D

Rabu, 02 Mei 2012

Muhasabah Cinta

Saya begitu suka dengan lagu ini, kalau udah dengar rasanya ingin di replay-replay terus. Awalnya saya kira lagu galau, eh ternyata lagu tentang cinta kepada Sang Maha Pencipta.

Di bawah ini ada lirik (diambil dari liriknasyid.com) dan videonya. Selamat menikmati!!! :-D

Wahai... Pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dariMu
Kupasrahkan semua padaMu

Tuhan... Baru ku sadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini kuharapkan cintaMu

Reff. :
Kata-kata cinta terucap indah
Mengalun berzikir di kidung doaku
Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku
Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya ilahi....
Muhasabah cintaku...

Tuhan... Kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku denganMu

Back to Reff.


Tidak Ada Yang Kebetulan (3-akhir)

Akhirnya saya mengikuti ide dari orang yang gak dikenal tersebut, yaitu ikut ke rumahnya.
S : " Oke deh, saya ikut ke rumah kamu dulu."
O: "Iya teh, ikut saya dulu aja."
S : " Eh ya, nama kamu sapa?"Baru nyadar, klo dari tadi belum saling kenalan.
O: "Ekka teh, teteh sapa?"
S: " Saya misda."

Kemudian kami menuju metromini jurusan kp.Rambutan-Bogor.

Senin, 23 April 2011 (Pukul 20.00-20.45) @Metromini
Dalam perjalanan, saya masih tidak percaya akan apa yang baru saja terjadi. Dan benar-benar jauh dari apa yang saya rencanakan tadi siang. Serta masih bingung mau nginap dimana malam ini. Kalau saya lanjut pulang ke depok, kayaknya gak keburu karena kosan saya sudah dikunci jam 22.00 sedangkan perjalanannya kira-kira lebih dari 2 jam. kalau saya ke kosan teman saya, kayaknya juga susah karena udah terlanjur naik metromini mendingan dari tadi kalau mau ke sana, Ya akhirnya saya memutuskan untuk menginap di rumah Eka saja, dan Insya Allah saya percaya sama dia.

Sepanjang perjalanan kami mengobrol tentang sapa saya dan sapa Eka, ternyata Eka adalah siswa di salah satu SMK  di sukabumi dan dia baru saja menyelesaikan UN 3 hari yang lalu dan sekarang bermaksud untuk pulang ke rumah orang tuanya, karena sebelumnya di Sukabumi dia tinggal dengan neneknya. Dia adalah anak pertama dari 3 bersaudara.

Senin, 23 April 2011 (Pukul 20.30-21.30) @Rumah Eka
Setelah 30 menit perjalanan, kami sampai di daerah yang bernama Winner, dan di sana sudah ada 2 motor yang menjemput kami menuju rumahnya Eka. Perjalanan ke rumah Eka sekitar 10 menit dari tempat turun metromini tadi. Dan jalannya cukup mengerikan, karena ada penurunan yang sangat terjal. Setelah nyampe rumahnya saja cukup kaget, karena apa yang saya bayangkan tidak sesuai dengan kenyataan. tapi, orangtua Eka sangat baik. mereka menyambut saya bagaikan seseorang yang telah sangat berjasa kepada keluarga mereka. Padahal saya hanya membelikan lem untuk anak mereka.

Di rumah Eka, ada Ibunya, ayahnya dan adiknya berumur 3 tahun. Saya disungguhi makan malam yang lumayan banyak, apalagi di makan rame-rame. Tapi, karena udah terlambat makan, perut saya tidak bisa menerima banyak makanan yang masuk, jadi hanya sekedarnya saja. Selama makam malam saya kembali menceritakan diri saya di keluarga tersebut, Astagfirullah mereka begitu memuji saya (padahal masih banyak aib dan kekurangan saya yang mereka tidak tahu). Selain ngobrol dengan saya, mereka sekeluarga juga sibuk mengobrol dengan bahasa sunda yang benar-benar tidak saya mengerti sama sekali. saya hanya bisa tersenyum menimpalinya.

Selesai makan, saya langsung bersih-bersih, wudhu, dan shalat Isya. Kemudian langsung beristirahat di kamar Eka di ruangan bagian atas. Saya tidur dengan pakaian lengkap, karena kamar Eka tidak ada pintunya, jadi saya khawatir ayahnya ke atas. Dan jujur, saya benar-benar gelisah. Saya baru sadar, saya berada di daerah yang saya tidak tahu dimana dan berada di tengah-tengah keluarga yang baru saya kenal beberapa menit yang lalu. tapi, saya percaya Allah Maha Penyayang. Saya serahkan semua nasib saya padaNya. tapi, walaupun begitu tetep aja saya gelisah dan tidur gak nyenyak, menunggu datangnya pagi.

Selasa, 24 April 2011
Alhamdulilah....akhirnya saya bisa melewati malam itu dengan terlelap sekitar 3-4 jam, walaupun tidak terlalu nyenyak. Dan kemudian saya pagi-pagi sekali setelah makan sepotong gorengan yang disediakan ibunya Eka saya pergi menuju kosan teman saya zia di darmaga kampus IPB.

Subhanallah...begitulah Allah menunjukkan kekuasaanNya. Dia menunjukkan bahwa semua apa yang terjadi pada manusia itu adalah kehendakNya. Sekali lagi saya tekankan, "Manusia hanya bisa berencana tapi Allahlah yang menentukan akhirnya". Dan semua yang terjadi di dunia ini tidak ada yang kebetulan, ada hikmah disetiap kejadian tersebut. Tinggal kitanya saja, bisa mengambil hikmah itu atau tidak....:-D


Selasa, 01 Mei 2012

Tidak Ada Yang Kebetulan (2)


Senin, 23 April 2011 (Pukul 19.30-20.00) @Terminal Baranangsiang
Jarak antara tempat saya turun dengan gerbang depan terminal baranangsiang lumayan jauh dan harus melewati trotoar yang lumayan gelap. Nah, baru beberapa puluh meter jalan, tiba-tiba ada seseorang yang menyapa dan memanggil saya.

Orang tak dikenal (O) : “Teh..teteh, mau kemana teh?”.
Saya (S)  : “Eh..iya,saya mau ke terminal baranangsiang, ketemu teman. Kenapa ya?” (bingung dan kaget)

O : “Ini teh, saya mau minta tolong…..????” (dengan bahasa sunda yang saya banyak gak ngertinya)
S :  “Kamu mau kemana?”
O : “Parung…Eh, dekat sana lah…teteh mau kemana?”
S: “Saya ada janji ketemu teman di terminal, trus mau ke dermaga kampus IPB tapi sekarang HP saya mati jadi gak tahu teman saya udah dimana, kamu mau ke parung pakai apa?”

O : “Eh, gini teh sebenarnya….sendal saya putus sebelah (sambil menunjukkan sebelah kakinya yang gak pake sandal), trus saya gak bisa kemana-mana. Boleh jalan bareng ke depan terminal? Mana tau di sana ada warung yang jual lem teh..”
S: “iya, boleh…boleh.”
O: “teteh darimana?”
S : “ dari Depok, kamu?”
O : “Dari Sukabumi, dan seharusnya tadi ada yang jemput, tapi yang jemput malah gak datang-datang”
S: “Ooo….iya, saya juga lagi bingung. Hp saya mati, gimana saya mau menghubungi teman saya.”
O: “ baterai Hp teteh apa?”
S: “ Nokia BCL-5.”
O: “Sama teh, kalau gitu ntar di sana pakai baterai HP saya dulu aja.”
S: “Alhamdulilah…” (merasa sedikit tenang)

Setelah beberapa lama jalan, akhirnya kami sampai di depan pintu masuk terminal baranangsiang. Namun, ternyata di situ tidak ada warung kecil yang jual lem, yang ada warung makan. Akhirnya, saya masuk beberapa meter ke dalam terminal mencari warung, dan alhamdulilah ada warung yang jual lem untuk sandal.

Setelah membeli lem saya kembali ke pintu masuk terminal menemui orang yang tadi baru saya kenal, dan sepertinya dia sangat lega melihat saya datang kembali (sepertinya dia berpikir saya pergi begitu saja). Kemudian saya serahkan lem itu ke dia, dan meminjam baterai Hp nya.

Tanpa menunggu lama, sembari orang tersebut mengelem sandalnya saya mengaktifkan Hp saya, dan ternyata sudah banyak sms dari Zia, bahkan dari 30 menit yang lalu. Kemudian langsung saya balas dan mengatakan bahwa saya sudah di terminal baranangsiang, dan mau ketemu dimana. Tapi, sms saya gak dibalas, akhirnya saya menelepon Zia, namun gak diangkat-angkat juga sehingga membuat saja kembali panik. 

Untuk yang kedua kalinya saya kembali mencoba menelepon Zia, dan alhamdulilah diangkat.
Saya (S) : "Assalammu'alaikum zi,dmn? msd udh di depan terminal ?"
Zia (Z) :  "Wa'alaikumslm...Aaaaaa...zia, udh di taksi mis, dari tadi zia sms gak di balas trus di telepon juga gak nyambung".

S : "Iya, td Hp msd baterainya habis. Ni aja pinjam baterai Hp orang. Trus msd gmn dong?"
Z : " Ya terserah msd, mau ke kosan zia boleh, mau pulang juga gak papa."
S : " mmmm....ya udah deh, msd pikirin dulu."

Percakaan terputus.

Saya bener-bener bingung, bingung mau nangis atau mau ketawa. Mana udah malam, ditinggalin di terminal, di Bogor lagi (kalau di Riau kan bisa minta ayah jemput...). Tiba-tiba orang yang tadi minjemin saya Hp ngajak saya ke rumahnya,

O : " Ya udah teh ke rumah saya aja. Deket kok dari sini, tinggal naik metromini bogor-kp.rambutan"
Saya dalam hati "deket darimana? bogor-kp.rambutan kan trayeknya jauh, mending saya langsung ampe pal dah langsung pulang ke kosan"

S :" Mmm....aduh saya bingung ni."
O: "Gini aja teh, teteh ke rumah aku dulu, makan dan istirahat bentar. teteh belum makan kan, Nah habis tu klo teteh mau pulang atau ke kosan teman teteh ntar biar papa aku yang anterin. Gimana teh?"
S : "ya udah deh, saya ngikut dulu aja..." (saya bener-bener bingung dan pusing karena belum makan, makanya udah gak tau aja mau ngapain).

Bersambung...