Kamis, 31 Maret 2016

Maknai Prosesnya

Seorang ayah memiliki 4 orang anak, ayah tersebut meminta anak-anaknya untuk pergi ke hutan melihat sebuah pohon pear dalam kurun waktu yang berbeda.

Anak ke 1 pada bulan januari,
anak ke 2 pada bulan april,
anak ke 3 pada bulan juli,
Anak ke 4 pada bulan oktober.

Setelah pulang dari hutan, masing-masing anaknya memberi laporan yang berbeda.

Anak pertama, “Pohon pear adalah pohon yang merangas, jelek dan batangnya bengkok.

Anak kedua,“Pohon pear adalah pohon yang dipenuhi kuncup-kuncup hijau yang menjanjikan’.

Anak ketiga, “Pohon pear adalah pohon yang dipenuhi dengan bunga-bunga yang menebarkan bau yang harum”.

Anak keempat “Pohon pear adalah pohon yang penuh dengan buah yang matang dan ranum”.

Di akhir tahun, sang ayah berkata bahwa kepada keempatnya .

“Semuanya benar, hanya saja kalian melihat di waktu yang berbeda”.

Lalu sang ayah berpesan, “Mulai sekarang jangan pernah menilai kehidupan hanya berdasarkan satu masa saja.”

LIHATLAH PROSES HIDUP SEBAGAI KESATUAN UTUH, ADA SUKA, DUKA, TAWA, TANGIS, SEDIH DAN BAHAGIA

Ketika kita sedang mengalami masa-masa sulit, segalanya terlihat tidak menjanjikan, banyak kegagalan dan kekecewaan, jangan cepat menyalahkan diri dan orang lain bahkan berkata bahwa kamu tidak mampu, bodoh dan bernasib sial atau apapun semacamnya.

Ingatlah, kita berharga di mata ALLAH, dan didalam setiap masa kehidupan yg kita alami, ada maksud ALLAH yg akan menjadi indah disaat Allah telah menentukan takdir Nya

Tidak ada istilah “nasib sial” bagi orang beriman!

Kerjakan dengan ikhlas apa yang menjadi bagian kita.

Jika kita tidak bersabar ketika berada di januari, maka kita akan kehilangan bulan april dan juli yang menjanjikan harapan, lalu secara otomatis pula kita tidak akan menuai hasil di bulan oktober.

“Kegelapan malam tidak seterusnya bertahan, esok akan datang fajar yang mengusir kegelapan”.

Ya... Selalu ada harapan bagi orang yang mau bertahan.

Semangat!!!
Semoga bermanfaat ...

#dari status seorang teman -->dari grup sebelah.

Senin, 28 Maret 2016

SEMANGAT


Yang mau UN ayo semangat, ni artinya SEMANGAT!!!
S : Sukanya Belajar
E : Eh, kerjaaannya belajar
M : Maunya belajar
A : Aku cuma mau belajar
N : Nah, waktunya belajar
G : Gue mau belajar
A : Aku mau belajar lagi
T : Tetap belajar
Setelah ikhtiar maksimal jangan lupa berdoa dan bertawakal ya,...agar Allah memudahkan UN dan Ujian-ujian lainnnya.... :-D :-D :-D

Sabtu, 26 Maret 2016

ANEH

'ANEH'
Orang-orang selalu menyebutku aneh...
Keluargaku menyebutku aneh...
Saudara-saudaraku menyebutku aneh...
Teman-temanku menyebutku aneh...
Dan orang disekitarku menyebutku aneh...

Mengapa?
Mengapa mereka menyebutku aneh?
Apa karena aku berbeda?
Atau karena aku tidak sesuai dengan keinginan mereka?

Dimana?
Dimana tempat untukku?
Dimana tempat yang cocok untukku?
Apa aku yang harus pergi?
Atau mereka yang akan pergi meninggalkanku?

Siapa?
Siapa yang sama denganku?
Siapa yang mengerti tentang aku?
Apa aku yang harus mencari dia?
Atau dia yang akan menemukanku?

Kapan?
Kapan mereka mengerti aku?
Kapan aku tidak diasingkan lagi?
Apa aku harus menunggu saja?
Atau  aku yang harus berubah?

Aku makhluk ciptaan Tuhan...
Mereka makhluk ciptaan Tuhan...
Diapun makhluk ciptaan Tuhan...

Dan pada akhirnya semua pertanyaan itu hanya aku sampaikan pada Tuhan
Dan biar Tuhan yang menjawab segalanya...

Mungkin aku ada sebagai sesuatu yang asing dan juga akan menghilang sebagai sesuatu yang asing.



Nb. Didedikasikan untuk seorang sahabat yang mungkin isi hatinya seperti ini.

Jumat, 25 Maret 2016

Kutipan Ilmu (1) Oleh: Salim Afillah

DI MANAKAH KITA?
@salimafillah

Jika buku-buku yang kita baca menjadikan kita merasa lebih tahu daripada sesama.. Jika kajian-kajian yang kita hadiri membuat kita merasa telah pasti berada di jalan yang diridhai.. Jika dengan berada di jama'ah A, mengutip Syaikh B, dan menjadi murid Ustadz C menguarkan dalam dada kalimat, "Aku lebih baik daripada dia.." Jika 'ilmu & 'amal yang kita raih menumbuhkan perasaan betapa berhaknya kita atas surga.. Mari kita simak satu kisah di antara berpuluh ribu kemuliaan para salafush shalih.

Adalah Al Imam Abul Faraj ibn Al Jauzy, rautan pena yang digunakannya untuk menulis dapat menyalakan perapian sebuah rumah selama berbulan-bulan. Jika jumlah halaman seluruh karya tulisannya yang sekira 2000 judul dibagi dengan umurnya sejak baligh, maka dihasilkan bilangan 40 halaman per hari.

Melalui dakwahnya, lebih dari 30.000 Yahudi dan Nasrani masuk Islam. Melalui mau'izhahnya, lebih dari 100.000 orang bertaubat dari dosa-dosa. Tapi adalah beliau berwasiat kepada para muridnya sambil menangis terisak-isak. "Jika kalian telah masuk ke dalam surga Allah", ujarnya di sela sesenggukan, "Sedang kalian tak mendapatiku ada di sana.. Maka tanyakanlah oleh kalian tentang diriku. Lalu katakanlah, 'Ya Rabbi, sungguh hambaMu si fulan pernah mengingatkan kami tentang Engkau.. Maka angkatlah dia, sertakan bersama kami dengan rahmatMu." Dan beliau semakin tersedu.

Yaa Rabbanaa.. Aina nahnu min akhlaqis salaf.. Di manakah kedudukan kami dibanding segala kebajikan yang mereka tebar dengan ilmu dan 'amalnya; lalu di mana pula kami dibanding akhlaq dan ketawadhu'an mereka.. Renungan dari Perpustakaan Masjid Nabawi yang membuat hati kami bergoyah-gayih hingga kini..

Kamis, 24 Maret 2016

BERSAMA KALIAN PEJUANG SBM

2 bulan ke depan sepertinya akan menyenangkan bersama kalian semua.

Kalian...iya kalian....
Para pejuang SBMPTN...
Para generasi penerus bangsa..
Para pemuda pemudi Indonesia...
Yang berjuang untuk bisa belajar di universitas terbaik yang kalian inginkan.

Bersama kalian akan menyenangkan...
Menghabiskan ratusan bahkan ribuan SOAL dalam 2 bulan...

Bersama kalian akan menyenangkan....
Menertawakan diri ketika tidak bisa dan merendah ketika bisa....

Bersama kalian akan menyenangkan...
Dari yang paling pemalas melihat soal hingga yang haus akan soal2 baru yang lebih sulit...

Bersama kalian akan menyenangkan...
Dari yang menjawab dengan perasaan hingga yang menjawab dengan pikiran...

Bersama kalian akan menyenangkan...
Karena kalian adalah
PAKET KOMPLITTT...PLIT..PLIT...

:-D :-D :-D

Rabu, 23 Maret 2016

Kita

Kita...
Iya,ini kisah tentang kita...
Kita yang dulu, sekarang dan masa yang akan datang tidak saling mengenal...
Dan mungkin tidak akan pernah saling mengenal.

Kita...
Yang berusaha saling menyapa...
Namun akhirnya hanya bisa diam karena kita tidak saling mengenal.

Kita...
Yang di dalam hati ingin saling menyemangati, dan menasehati...
Namun akhirnya hanya bisa memikirkan karena kita tidak saling mengenal.

Kita...
Aku dan kamu...
Berada di satu galaksi...
Berada di satu dunia...
Berada di satu negara...
Bahkan mungkin di satu lingkup adzan yang sama...
Namun, kita tetap tidak saling mengenal.

Dulu, sekarang, dan masa yang akan datang kita tetap tidak saling mengenal, seperti matahari yang tidak mengenal bulan,
Namun...
ke Maha Besaran sang pencipta  mempertemukan mereka di jalur yang sama...
pada satu waktu yang menakjubkan,
pada satu waktu yang  mengharukan
dan
Pada satu waktu yang tak kan pernah terlupakan....

Dan seperti itulah kisah kita!

Selasa, 22 Maret 2016

Hati-hati Dengan Hati

Hati-hati dengan hati...
Benar-benar ungkapan yang sangat dalam.

Ya benar, secara harfiah hati adalah organ yang memang sangat perlu di jaga karena hati adalah organ yang menyaring racun dalam tubuh manusia, jika organ hati rusak maka tidak ada organ lain yang dapat menggantikan perannya.

Hati-hati dengan hati...
Hati secara lahiriah juga benar2 harus dijaga. Ada banyak penyakit hati yang dapat mendatanginya.  Rasa dengki, iri, hasut, riya, sombong, dsb.
Rasul pernah bersabda bahwa" ada satu bagian dalam diri manusia jika bagian tsb hancur maka hancurlah segalanya namun jika bagian ini baik maka baiklah segalanya, bagian tersebut adalah hati."

Jadi, mari sama2 kita jaga hati kita dari segala penyakit hati. Agar baik segala apa yang ada pada diri kita....😊😊😊

HAMASAH😀

Jumat, 18 Maret 2016

Setahun Telah Berlalu

Ayah....
Satu tahun telah berlalu...
18 Maret 2015 engkau pergi meninggalkan kami untuk selamanya.
Engkau pergi meninggalkan banyak kenangan dan pelajaran.
Kepergianmu memunculkan banyak penyesalan pada diriku.

Penyesalan akan kurangnya perhatianku padamu.
Penyesalan akan kurangnya waktuku untuk berbakti padamu.
Penyesalan akan sikapku yang sering menyakiti hatimu.
Penyesalan akan seringnya aku berbohong dan tidak mengindahkanmu.
Dan penyesalan akan tidak sadarnya aku begitu besarnya kasih sayangmu padaku.

Ayah...
Hari ini tanggal 18 maret 2016, persis satu tahun yang lalu didepan mataku engkau mengembuskan nafas terakhirmu dengan tenang
Dan aku bahagia menjadi orang yang mengantarkan kepergianmu.
Aku melepaskan mu dengan ikhlas, dengan tetesan air mata yang menyatakan bahwa aku akan selalu merindukanmu.
Dan benar ayah, sampai detik ini aku masih sangat merindukanmu, dan setiap mengingatmu, selalu ada bulir-bulir air mata yang jatuh dari mata anakmu ini ayah...

Ayah...
Maafkan aku...
Maafkan aku atas segala perilaku padamu...
Maafkan aku atas segala ucapanku padamu...
Maafkan aku ....maafkan aku ayah....

ALLAH....Allahku Yang Maha Besar maafkan segala kesalahan ayahku....

Aku ikhlas dengan kepergiannya
Jadikan rasa rinduku ini yang kuungkap dengan bait2 do'a menjadi penggugur dosa2nya, penerang kuburnya, pelengkap amalnya dan memudahkan jalannya menuju surgaMu.

Allah....
Pertemukan dan kumpulkan kami kembali di surgaMu menjadi keluarga penghuni surgaMu dan bersama selamanya...

Amiiinnn...Amiinnn ya rabbal alamin...