Rabu, 01 Mei 2013

Pengalaman MRI (2)

Oke....kita lanjutkan cerita pengalaman MRI nya ya.... (maaf ya lanjutannya lama...)

Setelah saya menjalani tes yang membuat dokter yang menangani saya mengira saya mengalami penekanan di batang otak, saya diminta untuk rawat inap dan menjalani MRI keesokan paginya

Tapi, karena satu hal dan lain hal saya tidak mau menjalani rawat inap malam itu. Saya hanya meminta surat rujukan untuk melakukan MRI keesokan paginya. Dan akhirnya saya harus menandatangani surat penolakan  tindakan medis dari RS tersebut.

Setelah menandatangani surat tersebut dan ayah saya datang (Oh iya alhamdulillahnya ayah saya lagi di Jakarta) saya kembali ke kosan untuk beistirahat agar bisa menjalani MRI keesokan harinya.

Besok paginya saya menuju RS bunda Jakarta untuk menjalani pemeriksaan MRI di bagian kepala.

Penanganan di RS tersebut sangat baik dan ramah, sehingga saya tidak merasa takut. Sebelum masuk ruang MRI saya diminta mengisi form terkait kemungkinan adanya alat-alat berbahan besi di tubuh saya dan alhamdulillanya gak ada jadi saya bisa langsung ruang pemeriksaan.

Mula-mula saya diminta berganti pakaian menggunakan pakaian untuk pemeriksaan trus saya diminta masuk ruangan  berukuran sekitar 4 x 4 meter. Kemudian saya masuk ke dalam tabung yang merupakan alat MRI. Sebelum masuk suster mengingatkan saya bahwa akan ada suara-suara yang cukup keras yang akan terdengar sehinnga saya diminta menggunakan headset, dan apabila saya takut atau gak kuat dengan suaranya boleh minta berhenti. tapi, prosesnya harus diulang lagi. Pemeriksaan MRI tersebut berlangsung lebih kurang 15-20 menit.

Dan ternyata benar setelah 15 menitan berada di tabung tersebut pemeriksaaan selesai dan saya diminta menunggu selama 2 jam untuk mengambil hasil MRI tersebut.

Karena hari itu saya ada ujian tengah semester, setelah melakukan pemeriksaan saya langsung menuju kampus untuk mengikuti ujian dan yang menunggu hasilnya cuma ayah saya aja. dan ternyata hasil tersebutpun baru bisa dibaca oleh dokter spesialis syarafnya malam harinya.

Akhirnya, pada pukul 8 malam saya bertemu dengan dokter syaraf yang menangani saya dan setelah menunggu beberapa menit saya dipanggil. Dan setelah membaca hasil MRI, dokter tersebut mengatakan bahwa hasil MRI menunjukkan bahwa tidak terindikasi ada sesuatu di syaraf otak saya, dan syaraf mata, otak, dan batang otak saya  ALHAMDULILLAH 100% sehat. Rasanya ingin langsung sujud syukur mengungkapkan segala rasa syukur dan kelegaan yang saya rasakan.

Allah begitu sayang pada hambaNya, Dia tidak akan memberi musibah melebihi kesanggupan hambaNya, dan saya sangat yakin akan hal itu. Tidak ada yang bisa memutuskan sesuatu di luar kehendakNya.

dan ingatlah pesan Rasulullah:
"Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu."  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar