Jumat, 18 Maret 2016

Setahun Telah Berlalu

Ayah....
Satu tahun telah berlalu...
18 Maret 2015 engkau pergi meninggalkan kami untuk selamanya.
Engkau pergi meninggalkan banyak kenangan dan pelajaran.
Kepergianmu memunculkan banyak penyesalan pada diriku.

Penyesalan akan kurangnya perhatianku padamu.
Penyesalan akan kurangnya waktuku untuk berbakti padamu.
Penyesalan akan sikapku yang sering menyakiti hatimu.
Penyesalan akan seringnya aku berbohong dan tidak mengindahkanmu.
Dan penyesalan akan tidak sadarnya aku begitu besarnya kasih sayangmu padaku.

Ayah...
Hari ini tanggal 18 maret 2016, persis satu tahun yang lalu didepan mataku engkau mengembuskan nafas terakhirmu dengan tenang
Dan aku bahagia menjadi orang yang mengantarkan kepergianmu.
Aku melepaskan mu dengan ikhlas, dengan tetesan air mata yang menyatakan bahwa aku akan selalu merindukanmu.
Dan benar ayah, sampai detik ini aku masih sangat merindukanmu, dan setiap mengingatmu, selalu ada bulir-bulir air mata yang jatuh dari mata anakmu ini ayah...

Ayah...
Maafkan aku...
Maafkan aku atas segala perilaku padamu...
Maafkan aku atas segala ucapanku padamu...
Maafkan aku ....maafkan aku ayah....

ALLAH....Allahku Yang Maha Besar maafkan segala kesalahan ayahku....

Aku ikhlas dengan kepergiannya
Jadikan rasa rinduku ini yang kuungkap dengan bait2 do'a menjadi penggugur dosa2nya, penerang kuburnya, pelengkap amalnya dan memudahkan jalannya menuju surgaMu.

Allah....
Pertemukan dan kumpulkan kami kembali di surgaMu menjadi keluarga penghuni surgaMu dan bersama selamanya...

Amiiinnn...Amiinnn ya rabbal alamin...

Jumat, 14 Maret 2014

Surat untuk RIAU

Riau....
Apa kabar dirimu di sana?
Kudengar dirimu sedang berkabut dengan begitu tebalnya.
Apa yang terjadi padamu?
Ku pikir dirimu sedang mengeluarkan segala kekesalanmu kepada kami, yang begitu serakah ingin mengamabil semua kekayaanmu.

Riau...
Dulu, ketika temanku bertanya tentang asalku...
dan kemudian kujawab namamu,
Tidak ada yang mengenal dimana letakmu.
Sekarang, hampir semua orang mengenal namamu,
dimana-mana semua orang sedang membicarakanmu.
Seharusnya aku senang, mereka semua sekarang mengenalmu.
Tapi, tahukah kamu aku begitu sedih sekarang…

Dirimu dikenal dengan kabutmu,
Dirimu dikenal dengan kebakaran hutanmu,
Dirimu dikenal dengan udaramu yang “BERBAHAYA”
Bahkan sekarang Dirimu dikatakan sebagai daerah yang tak layak huni.

Riau….
Seperti apapun yang mereka katakan..
Aku tetap merindukanmu
Aku tetap ingin kembali menginjak tanahmu secepatnya
Aku tetap bangga kepadamu,
Dan aku tetap masih ingin menjadi penghuni tetapmu.

Riauku..
Seharusnya mereka mengenalmu.
Karena prestasimu,
Karena keramahan penghunimu
karena Indahnya kotamu.
Dan karena kekayaanmu.
Mereka seharusnya tahu bahwa engkau begitu kaya,
“minyak di bawah dan di atas” itulah sebutanmu.
Mereka seharusnya tahu bahwa engkau kota “BERTUAH”
Yang artinya kota yang beruntung, bermanfaat dan memberikan banyak kebahagian.
Mereka seharusnya tahu bahwa engkau begitu subur, dengan tanahmu yang gambut.
Dan mereka seharusnya tahu bahwa“melayu” mu lah yang dikenal sebagai jatidiri Indonesia di luar sana.
Namun, ternyata bukan begitu adanya.

Riauku,
Di sini aku merasakan sejuk dan segarnya suasana hujan dengan segala keberkahannya…
Sedangkan Di sana keluargaku, saudara-saudaraku, dan seluruh penghunimu harus menghirup udara beracun dengan pengharapan dan kepasrahan hujan akan turun secepatnya.
Aku dan kami semua saudara sebangsamu berdo’a untukmu,
Agar dirimu kembali menunjukkan keindahanmu.
Agar dirimu kembali memberikan udara yang segar kepada seluruh penghunimu,
Agar dirimu kembali menjadi provinsi yang dikenal dengan kekayaannya.
Dan kembali gagah dengan "LANCANG KUNING"mu.

TAKKAN MELAYU HILANG DIBUMI.












Jumat, 10 Januari 2014

Nulis lagi yuks

Udah hampir 1 tahun tidak menulis di blog ini.
Dari yang dulu baru semester 1, sekarang udah nyusun tesis aja.
Alhamdulillah, akhirnya saya sudah menempuh semester 4.
dan bisa bertahan secara finansial dan nilai.

Dulu, waktu pertama masuk gak tau bisa dapat darimana untuk bisa membayar uang semesteran,
Namun Allah Maha Kaya...
Ketika kita punya niat yang baik, tujuan yang baik, dan usaha yang benar
maka semua jalan akan dimudahkan dan benar rezeki datang dari tempat yang tidak disangka-sangka.
Jadi, berhuznuzon lah dengan Allah, karena Allah sesuai dengan prasangka hambanya.

Sebenarnya ada banyak hal yang ingin saya tulis...
tesis saya, kerjaan saya, tentang ODOJ, dan banyak fenomena lain yang perlu di tulis dan dikritisi...
Mudah-mudahan kedepannya blog ini bisa saya isi lagi dengan baik, dan tidak ditinggal lama dengan tulisan yang tidak update...:-D

Bismillahhirahmannirrahim...

Jumat, 17 Mei 2013

Rihlah ke Taman Angrek Indonesia Permai (TAIP)

Hari ahad kemarin (12 Mei 2013) saya jalan-jalan ke  Taman Angrek Indonesia Permai (TAIP), lokasinya di sebelah mesjid agung AT-Tiin.

Ini foto-foto yg saya ambil sewaktu kesana..:-D













Sabtu, 04 Mei 2013

Puisi rindu

Ya Allah....
Aku rindu hamba-Mu yang khusyuk dalam shalatnya...
Aku rindu hamba-Mu yang selalu berdzikir menyebut-Mu...
Aku rindu hamba-Mu yang selalu setia bertemu denganMu di sepertiga malam...

Aku rindu hamba-Mu yang selalu berpuasa untuk menahan dirinya...
Aku rindu hambaMu yang slalu menjaga hatinya utkMu...


Aku rindu hamba-Mu yang akhirat tujuannya...
Aku rindu hamba-Mu yang tidak mudah tergoda dengan dunia...
Aku rindu hamba-Mu yang menjadikan diriMu  satu-satunya penolong...

Karena aku tahu, hamba-Mu itu akan mengantarkanku ke surgaMu...
Karena aku tahu, hamba-Mu  itu tidak akan mencintai bukan karenaMu...
Dan aku tahu semua hidupnya hanya untukMu...

#Bukan puisi galau...:-)

Rabu, 01 Mei 2013

Pengalaman MRI (2)

Oke....kita lanjutkan cerita pengalaman MRI nya ya.... (maaf ya lanjutannya lama...)

Setelah saya menjalani tes yang membuat dokter yang menangani saya mengira saya mengalami penekanan di batang otak, saya diminta untuk rawat inap dan menjalani MRI keesokan paginya

Tapi, karena satu hal dan lain hal saya tidak mau menjalani rawat inap malam itu. Saya hanya meminta surat rujukan untuk melakukan MRI keesokan paginya. Dan akhirnya saya harus menandatangani surat penolakan  tindakan medis dari RS tersebut.

Setelah menandatangani surat tersebut dan ayah saya datang (Oh iya alhamdulillahnya ayah saya lagi di Jakarta) saya kembali ke kosan untuk beistirahat agar bisa menjalani MRI keesokan harinya.

Besok paginya saya menuju RS bunda Jakarta untuk menjalani pemeriksaan MRI di bagian kepala.

Penanganan di RS tersebut sangat baik dan ramah, sehingga saya tidak merasa takut. Sebelum masuk ruang MRI saya diminta mengisi form terkait kemungkinan adanya alat-alat berbahan besi di tubuh saya dan alhamdulillanya gak ada jadi saya bisa langsung ruang pemeriksaan.

Mula-mula saya diminta berganti pakaian menggunakan pakaian untuk pemeriksaan trus saya diminta masuk ruangan  berukuran sekitar 4 x 4 meter. Kemudian saya masuk ke dalam tabung yang merupakan alat MRI. Sebelum masuk suster mengingatkan saya bahwa akan ada suara-suara yang cukup keras yang akan terdengar sehinnga saya diminta menggunakan headset, dan apabila saya takut atau gak kuat dengan suaranya boleh minta berhenti. tapi, prosesnya harus diulang lagi. Pemeriksaan MRI tersebut berlangsung lebih kurang 15-20 menit.

Dan ternyata benar setelah 15 menitan berada di tabung tersebut pemeriksaaan selesai dan saya diminta menunggu selama 2 jam untuk mengambil hasil MRI tersebut.

Karena hari itu saya ada ujian tengah semester, setelah melakukan pemeriksaan saya langsung menuju kampus untuk mengikuti ujian dan yang menunggu hasilnya cuma ayah saya aja. dan ternyata hasil tersebutpun baru bisa dibaca oleh dokter spesialis syarafnya malam harinya.

Akhirnya, pada pukul 8 malam saya bertemu dengan dokter syaraf yang menangani saya dan setelah menunggu beberapa menit saya dipanggil. Dan setelah membaca hasil MRI, dokter tersebut mengatakan bahwa hasil MRI menunjukkan bahwa tidak terindikasi ada sesuatu di syaraf otak saya, dan syaraf mata, otak, dan batang otak saya  ALHAMDULILLAH 100% sehat. Rasanya ingin langsung sujud syukur mengungkapkan segala rasa syukur dan kelegaan yang saya rasakan.

Allah begitu sayang pada hambaNya, Dia tidak akan memberi musibah melebihi kesanggupan hambaNya, dan saya sangat yakin akan hal itu. Tidak ada yang bisa memutuskan sesuatu di luar kehendakNya.

dan ingatlah pesan Rasulullah:
"Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu."  

Selasa, 16 April 2013

Pengalaman MRI (1)

Hari jumat kemarin saya baru saja melakukan MRI.
Mmm....pada tahukan MRI apaan????
Itula loh yang badan kita dimasukin ke dalam tabung gitu....
Nah, karena saya yang mau dilihat kepala jadi yang dimasukin ke tabung ya cuma kepala aja...hehe

Sebelum lanjut lebih jauh,
mungkin ada baiknya saya jelaskan sedikit tentang MRI ya.....

Ketika search di mbah goggle...ini ni yang saya dapat,

MRI (Magnetic Resonance Imaging)

Adalah prosedur diagnostik untuk memeriksa dan mendeteksi kelainan di dalam tubuh dengan menggunakan medan magnet dan gelombang frekuensi radio. Pemeriksaan ini tidak menggunakan sinar X ataupun bahan radioaktif.


Bagaimana cara kerja MRI?

Sinyal-sinyal yang tergabung di dalam tubuh yang terdiri dari molekul-molekul yang bergerak ditangkap oleh antena dan dikirim ke layar monitor menjadi gambaran yang jelas dari struktur rongga tubuh bagian dalam.

MRI dapat digunakan untuk:
  • Memberi gambar yang jelas untuk menilai jaringan lunak, antara lain otak, sumsum tulang belakang, susuna syaraf, otot, ligamen, tendon, tulang rawan, ruang sendi.
  • MRI dengan tesla tinggi merupakan alat penunjang diagnostik untama untuk kasus-kasus stroke bukan pendarahan untuk mengetahui penyebab serangan beberapa menit selelah stroke terjadi, berbeda dengan CT-Scan yang membutuhkan waktu diagnosa 12 jam – 24 jam setelah serangan.
  • Mengevaluasi anatomi dan kelainan organ didalam rongga dada dan rongga perut. Seperti hati, ginjal, kelenjar getah bening, pankreas, prostat dan empedu.
  • Analisa tumor jinak dan tumor ganas payudara, selain itu untuk payudara yang menggunakan protese.
  • Skrining keganasan pada kelenjar prostat.
  • Menilai organ reproduksi wanita (endrometriosis, kista, myoma,dll).
  • Tingkat akurasi MRI payudara mencapai 95%
  • Untuk menggantikan IVP bila pasien alergi terhadap kontras atau untuk melihat batu yang tidak tampak pada pemeriksaan sinar X.
  • Untuk menggantikan mamografi

Nah, itulah MRI.Kemarin saya diminta melakukan MRI karena saya mengalami pingsan lebih dari 1 kali dalam sehari. Jadi, saya disuruh ke dokter syaraf deh....

Ketika konsultasi dengan dokter syaraf, saya diminta melakukan tes kecil yaitu menunduk, kemudian menengadah, melihat ke kanan kemudian terakhir ke kiri. Setelah melakukan tes itu, tidak tahu kenapa tiba-tiba saya pucet, keringat dingin, sesak napas dan hampir pingsan.
Melihat itu, dokter yang menangani saya meminta suster untuk memberikan saya oksigen dan menuruh saya rawat inap agar bisa dilakukan pemeriksaan menggunakan MRI esok paginya.

Karena beliau kira saya mengalami penekanan di batang otak.....


Namuunnn....


(bersambung.......)hehe :-D