Tampilkan postingan dengan label POJOK KISAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label POJOK KISAH. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Maret 2016

Kutipan Ilmu (1) Oleh: Salim Afillah

DI MANAKAH KITA?
@salimafillah

Jika buku-buku yang kita baca menjadikan kita merasa lebih tahu daripada sesama.. Jika kajian-kajian yang kita hadiri membuat kita merasa telah pasti berada di jalan yang diridhai.. Jika dengan berada di jama'ah A, mengutip Syaikh B, dan menjadi murid Ustadz C menguarkan dalam dada kalimat, "Aku lebih baik daripada dia.." Jika 'ilmu & 'amal yang kita raih menumbuhkan perasaan betapa berhaknya kita atas surga.. Mari kita simak satu kisah di antara berpuluh ribu kemuliaan para salafush shalih.

Adalah Al Imam Abul Faraj ibn Al Jauzy, rautan pena yang digunakannya untuk menulis dapat menyalakan perapian sebuah rumah selama berbulan-bulan. Jika jumlah halaman seluruh karya tulisannya yang sekira 2000 judul dibagi dengan umurnya sejak baligh, maka dihasilkan bilangan 40 halaman per hari.

Melalui dakwahnya, lebih dari 30.000 Yahudi dan Nasrani masuk Islam. Melalui mau'izhahnya, lebih dari 100.000 orang bertaubat dari dosa-dosa. Tapi adalah beliau berwasiat kepada para muridnya sambil menangis terisak-isak. "Jika kalian telah masuk ke dalam surga Allah", ujarnya di sela sesenggukan, "Sedang kalian tak mendapatiku ada di sana.. Maka tanyakanlah oleh kalian tentang diriku. Lalu katakanlah, 'Ya Rabbi, sungguh hambaMu si fulan pernah mengingatkan kami tentang Engkau.. Maka angkatlah dia, sertakan bersama kami dengan rahmatMu." Dan beliau semakin tersedu.

Yaa Rabbanaa.. Aina nahnu min akhlaqis salaf.. Di manakah kedudukan kami dibanding segala kebajikan yang mereka tebar dengan ilmu dan 'amalnya; lalu di mana pula kami dibanding akhlaq dan ketawadhu'an mereka.. Renungan dari Perpustakaan Masjid Nabawi yang membuat hati kami bergoyah-gayih hingga kini..

Rabu, 23 Maret 2016

Kita

Kita...
Iya,ini kisah tentang kita...
Kita yang dulu, sekarang dan masa yang akan datang tidak saling mengenal...
Dan mungkin tidak akan pernah saling mengenal.

Kita...
Yang berusaha saling menyapa...
Namun akhirnya hanya bisa diam karena kita tidak saling mengenal.

Kita...
Yang di dalam hati ingin saling menyemangati, dan menasehati...
Namun akhirnya hanya bisa memikirkan karena kita tidak saling mengenal.

Kita...
Aku dan kamu...
Berada di satu galaksi...
Berada di satu dunia...
Berada di satu negara...
Bahkan mungkin di satu lingkup adzan yang sama...
Namun, kita tetap tidak saling mengenal.

Dulu, sekarang, dan masa yang akan datang kita tetap tidak saling mengenal, seperti matahari yang tidak mengenal bulan,
Namun...
ke Maha Besaran sang pencipta  mempertemukan mereka di jalur yang sama...
pada satu waktu yang menakjubkan,
pada satu waktu yang  mengharukan
dan
Pada satu waktu yang tak kan pernah terlupakan....

Dan seperti itulah kisah kita!