Senin, 10 Oktober 2016
GELAP
menemani dalam ketaatan...
menemani dalam kekhusyukan...
menemani dalam penantian...
Gelap...
mengingatkan akan kefanaan...
mengingatkan akan hari pembalasan...
mengingatkan akan kesendirian...
Gelap...
bersamamu...
Lebih menenangkan...
Lebih menentramkan...
karena engkau,
menutupi segala kecemasan,
menutupi segala kebimbangan,
dan menutupi segala ketidakpastian...
#edisimatilampu gak tau mau ngapain...hehe
*Fany Rizki Tamaya ini puisi untukmu
Selasa, 23 Agustus 2016
MENCINTAI SEJANTAN ALI
MENCINTAI SEJANTAN ALI
Oleh Ustadz Salim A Fillah
‘Ali pun menghadap Sang Nabi, maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah. Ya, menikahi. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya.
Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantinya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang. “Engkau pemuda sejati wahai ‘Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggung jawab atas rasa cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya.
Lamaran berjawab, “Ahlan wa sahlan!”. Kata itu meluncur tenang bersama senyum sang Nabi. Dan ia pun bingung. Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Nabipun bingung untuk menjawab. Mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko.
Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan. Ah, itu menyakitkan.
“Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?”
“Entahlah..”
“Menurut kalian apakah ‘Ahlan wa sahlan’ berarti sebuah jawaban!”
“Satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wasahlan kawan! Dua-duanya berarti ya!”
Dan ‘Alipun menikahi Fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang. Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, ‘Umar, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang. Bukan janji-janji dan nanti-nanti. ‘Ali adalah gentlemen sejati. Tidak heran jika pemuda Arab memiliki yel, “Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tidak ada pemuda kecuali ‘Ali.”
Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggung jawab. Dan disini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti ‘Ali. Ia mempersilakan. Atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah Pengorbanan. Yang kedua adalah Keberanian. Dan bagi pecinta sejati, selalu ada yang manis dalam mengecap keduanya. Di jalan cinta para pejuang, kita belajar bertanggung jawab atas setiap perasaan kita…
Kamis, 18 Agustus 2016
MANUSIA, UJIAN DAN KENIKMATAN
Kadang-kadang kita perlu berpikir panjang tentang segala hal yang pernah terjadi dalam hidup kita.
Kita adalah manusia dengan segala prasangka dan praduga.
Kita tidak pernah tahu kenapa itu terjadi dan kenapa harus terjadi pada kita, bukan orang lain?
Dulu, puluhan tahun yang lalu ketika saya harus menghadapi ujian yang menurut saya seharusnya tidak dihadapi oleh seorang anak kecil berusia 9 tahun... saya beranggapan Allah tidak adil (Astagfirullah...ampuni aku ya Allah)
Saat itu, saya harus merelakan masa kanak-kanak saya dengan kesedihan,kekurangan, kekecewaan, kekhawatiran,ketakutan dan tanda tanya yang saya rasakan selama berpuluh2 tahun sepanjang kehidupan ini.
Mungkin saat itu yang ada dipikiran saya, saya hanya ingin lari....lari...dan lari sejauh2nya (untung saat itu film2 di tv blm ada yang ngajarin bunuh diri, coba kalau ada bisa bahaya).
Namun, sampai di suatu titik trauma itu muncul dari diri saya tanpa saya sadari. Trauma berupa melarikan secara tidak langsung, yaitu tidak sadar dengan dunia secara semi (pingsan tetapi tetap mendengar keadaan sekitar).
Orang sekitar saya mengira saya mengidap suatu penyakit karena kondisi yang sering tidak sadar tersebut, namun dokter syaraf melalui MRI telah membuktikan bahwa fisik saya sehat.
Dan saran beliau saya hanya perlu berbahagia, tersenyum dan tenang dalam menghadapi segala hal,insya Allah, ketidaksadaran itu akan berkurang.
Dan benar, saya merubah diri saya secara perlahan-lahan....
Dari pendiam menjadi orang yang pencerita,...
Dari pemurung menjadi orang yang ceria dan selalu berusaha tersenyum...
Dari cuek menjadi orang yang peduli dan berusaha menyebarkan kasih sayang ke semua orang yang saya kenal....
Dari penakut menjadi pemberani...
Dari tidak tahu agama menjadi oramg yang berusaha mempelajari agama sedikit demi sedikit sehingga mulai berhijrah untuk memperbaiki diri lebih baik.
Mungkin masih banyak kekurangan lain yang akhir nya bermunculan, namun saya akan selalu berusaha memperbaiki diri, agar dapat membahagiakan keluarga dan orang di sekitar saya sehingga kami bisa bertemu dengan bahagia di surga Allah.
Jadi,ingatlah kawan.....
Ujian itu bukan untuk ditangisi tapi untuk di cari hikmahnya yang mungkin baru kita temukan sebulan, setahun atau bahkan puluhan tahun kemudian...
Jangan pernah menyerah dengan keadaan, karena semua itu datang dari Allah. Dan semua yang kita hadapi, ubahlah menjadi kenikmatan untuk bisa dekat dengan Allah. Karena semakin besar masalah kita pasti kita akan semakin berusaha untuk mendekatkan diri kepada Nya (itulah fitrah manusia).
Dan kedekatan dengan Allah adalah kenikmatan yang sesungguhnya yang tidak akan pernah bisa diganti dengan apapun juga...:D :D : D
Sabtu, 06 Agustus 2016
HATI MANUSIA TIDAK BISA DIMATEMATIKAKAN
"Hati manusia tidak bisa dimatematikakan"
Sepertinya ungkapan itu benar adanya,kita tidak bisa menghitung berapa besar cinta dan kasih sayang seseorang terhadap kita dan begitu pula sebaliknya kita tidak bisa menghitung seberapa besar cinta dan kasih sayang kita untuk orang lain.
Perasaan itu tidak bisa dinyatakan dalam bilangan riil, bilangan bulat, bilangan asli, bilangan cacah, bilangan komplek, pecahan, bahkan dalam persenpun tidak bisa. Sehingga tidak ada cara apapun untuk kita bisa menambah, mengurangi, mengali atau membagi rasa tersebut.
Jadi, biarkan saja semuanya mengalir apa adanya, jangan dipaksa, jangan ditahan, dan jangan pungkiri...:D :D :D
Rabu, 03 Agustus 2016
MANAJEMEN HATI
Allah telah menitipkan hati ini dengan segala kompleksitasnya. Dengan segala penyakit fisik maupun psikis yang kadang-kadang tanpa kita sadari terus menggerogoti kebersihan dan kesehatannya.
Hati, dengan segala kelebihannya ternyata dia juga punya banyak kekurangan.
Hati ini gampang tergoda dengan bujuk rayu setan...
Hati ini gampang sombong dengan segala pujian yang ada...
Hati ini gampang terbuai dengan segala gombalan manusia...
Dan hati ini gampang terjangkit penyakit hati dengan berbagai macam virus yang ada di dunia...
Cara agar hati ini tetap terjaga kebersihan dan kualitas keimanannya adalah dengan "Manajemen Hati".
Manajemen di sini yaitu dengan cara terus berzikir kepada Allah, berpikiran positif, menerima dengan ikhlas segala apa yang terjadi, serta tidak mudah terhasut dengan segala rayuan dan bisikan setan. Sehingga dengan manajemen hati ini kita dapat:
1. Mengelola cinta yang datang belum pada waktunya sehingga tidak terjerumus kepada yang namanya aktifitas pacaran, berkhalwat, HTS, ataupun hubungan tidak jelas lainnya.
2 . Mengelola munculnya penyakit hati terhadap sesama manusia sehingga hubungan kita terhadap manusia tetap terjaga.
3. Mengelola rasa patah hati atau sakit hati kita terhadap orang lain dengan cepat sehingga kita dapat memaafkan mereka yang berbuat kesalahan kepada kita dengan lapang dada dan ikhlas sehingga ikatan ukhuwah akan selalu terjaga.
Semoga kita selalu menjadi orang yang selalu bermanfaat bagi orang lain...
Semoga kita selalu menjadi orang yang selalu membahagiakan orang-orang yang kita sayangi dan menyayangi kita...
Semoga kita selalu menjadi orang yang selalu ditunggu kehadirannya oleh orang-orang disekitar kita...
Dan
Semoga kita selalu menjadi orang yang berbahagia di dunia dan di akhirat...
Keep Istiqomah :D:D:D
Semoga bermanfaat :):):)
Selasa, 26 Juli 2016
Alumni Ramadhan
By: Oe Mita ,-Syameela Channel:
Banyak orang yang keletihan dan kepayahan melakukan amal sholeh, namun ia mendapatkan api neraka yang memyala-nyala...
Mengapa... ??
Kok bisa...??
Melakukan amal sholeh bukanlah hal yang paling sulit....
Namun yang paling tersulit adalah Apakah amal kita diterima Allah ???
Bahkan haji dan umrah seseorang yang telah dilakukan lebih dr 1 kali apakah diterima oleh Allah ??
Bagaimana dengan Amal sholeh kita di Ramadhan, apakah Allah terima ?
Bagaimana puasa kita ?
Bagaimana umrah kita ?
Bagaimana shalat kita ?
Bagaimana bacaan Al-Qur'an kita ?
Dan Bagaimana sodaqah kita ?
Apakah Allah diterima...?????
Bersedihlah....
Senin, 20 Juni 2016
Cinta Karena Allah
Mencintai karena Alloh itu beda dan unik, karena ia tak pernah sama dengan cinta yang dibidani oleh nafsu lagi syahwat
❤ Cinta karena Alloh itu menahan
Menahan dari seluruh tarikan kemaksiatan dan gelombang dosa
❤ Cinta karena Alloh itu membuka
Membuka jalan bersama untuk menuju indahnya perjumpaan di syurga
❤ Cinta karena Alloh itu ilmu
Dengan bekal menerangi setiap ayunan langkah bersama dan menjadikan ilmu layaknya imam kehidupan
❤ Cinta karena Alloh itu akhlaq
Dengan akhlaq terbaik mereka menghangatkan setiap kebersamaaan
❤ Cinta karena Alloh itu doa
Karena secara tulus ia akan menyertakan dalam untaian doa membuka pintu langit merangkai harapan
❤ Cinta karena Alloh itu bersama
Bersama dalam indahnya ketaatan dan lentera ibadah untuk menghidupkan suka cita syurgawi.
❤ Cinta karena Alloh itu tertuju
Tertuju untuk hanya mendapatkan ridho Alloh dalam ibadah bersama serta tak memperdulikan riuh ramai lisan manusia berkata
❤ Cinta karena Alloh itu membenci
Membenci untuk bertemu kembali di akherat dengan bermusuhan ketika saling mendiamkan dalam kemaksiatan
(الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ)
Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa ( Surat Az-Zukhruf 67 )
Oemar mita
Baarokallah fikum
La tansana min duaikum
Senin, 06 Juni 2016
MARHABAN YA RAMADHAN
Marhaban ya ramadhan...
Selamat datang bulan ramadhan...
Selamat datang bulan penuh hikmah...
Selamat datang bulan penuh berkah...
Selamat datang....
Engkau datang...
Dengan banyak keberkahan...
Dengan berlipat lipat pahala...
Dengan sebuah malam yang penuh hikmah...
Kami menyambutmu...
Dengan kebahagiaan yang memuncah...
Dengan kesenangan yang tak terkira...
Dan dengan keharuan yang mendalam...
Ya Allah...
Jadikanlah kami hambamu yang mulia di bulan yang mulia ini...
Jadikanlah kami hambamu yang bebas dari api neraka di bulan yang penuh ampunan ini....
Dan jadikanlah kami hambamu yang bertakwa di bulan yang istimewa ini....
:D :D :D
Senin, 30 Mei 2016
SEMANGAT PEJUANG SBM
2 bulan telah terjalani...
Dan 2 bulan telah kita habiskan bersama...
Masa menumpukkan bekal telah selesai...
Sekarang hanya tinggal pembuktian...
Pembuktian bahwa kalian orang-orang yang luar biasa....
Yang berusaha lebih dari orang lain...
Yang belajar lebih banyak dari orang lain..
Dan yang berdoa lebih khusyuk dari orang lain...
2 bulan bersama kalian benar-benar menyenangkan...
2 bulan bersama kalian benar-benar berkesan...
Dan 2 bulan bersama kalian membuat puzzle baru dalam sebuah cerita....
SEMANGAT SEMUANYAAAA!!!
Hasil yang terbaik telah menunggu kalian yang telah berjuang dengan sungguh-sungguh....
Minggu, 29 Mei 2016
BERMIMPILAH
Bermimpilah....
Bermimpilah kawan...
Dengan bermimpi hidupmu menjadi berarti...
Dengan bermimpi engkau akan terbang untuk menggapainya....
Bermimpilah....
Engkau menjadi kuat dengan mimpi
Engkau menjadi berarti dengan mimpi
Engkau menjadi air di musim kemarau karena mimpi
Dan engkau akan menjadi pemain bukan penonton karena mimpi...
Bermimpilah...
Tak perlu kau ceritakan mimpimu
Tak perlu kau gembar gemborkan mimpimu...
Tapi hanya perlu satu pembuktian atas segala mimpimu itu...
Buktikan pada dunia itu bukan hanya mimpi...
Tapi buktikan bahwa itu akan menjadi kenyataan dan sejarah di dunia ini...
Jangan pernah kalah dengan kegagalan
Jangan pernah kalah dengan kelelahan
Dan jangan pernah kalah dengan keegoan manusia...
Karena tujuan mu hanya satu
MEREALISASIKAN MIMPIMU
Jumat, 20 Mei 2016
GAYA BERDOA MASA KINI
*Gaya-gaya berdoa
By:tere liye
Kali ini saya akan memposting tulisan yang cukup menonjok beberapa anak gaul sosmed masa kini...
Ya saya sebut "anak gaul sosmed" karena mereka sangat gaul di sosmed namun mungkin kuper di dunia nyata.
Semua tingkah laku di posting, semua ekspresi diungkapkan bahkan semua keinginan di utarakan bahkan sampai berdoa aja di sosmed.
Ini tulisan beliau:
Ijinkan saya menulis hal ini. Buat becanda doang, tidak perlu serius. Nanti kalau terlalu serius, kalian bisa keselek HP. Begini dek, setahu saya, di dunia nyata, doa itu tidak banyak jenisnya. Cukup, imam baca doa, makmum tinggal bilang amin.
Tapi di dunia maya, entah kenapa, ternyata banyak sekali ragamnya. Akan saya daftar, sbb:
1. Doa konser
Ada doa konser? Adalah. Yaitu ketika yang posting menulis begini: “Ya Allah, jadikanlah hamba orang kaya. Amin. Ayooo.... mana aminnya! Semua, klik like dan komen amin.” Ini jenis doa konser, persis seperti penyanyi di atas panggung, "Ayooo, angkat tangannya! Ayooo, mana suaranyaaaa."
2. Doa mengancam
Ketika yang posting doa menulisnya begini: “Ya Allah, semoga pacarku setia. Amin. Yang nggak klik like dan nulis komen amin, tahu rasa jomblo sampai mampus.” Wah, ini doa yang sangat mengancam. Mengerikan, lebih ngeri dibanding debt collector.
3. Doa janji palsu
Disebut janji palsu, karena memang palsu janjinya, begini misalnya: “Ya Allah, berikanlah kami pekerjaan dengan gaji yang besar. Amin. Ayo diaminkan, karena yang like dan komen amin, nanti bakalan masuk surga.” Agak membingungkan, karena yang nulis doa saja belum tentu masuk surga, bagaimana dia bisa “menjanjikan” si like dan si komen bisa masuk surga? Entahlah, memang lagi musim janji palsu.
4. Doa senasib sepenanggungan
“Ya Allah, berikanlah kami rumah yang mewah. Amin. Jika ini doa kalian juga, ayo klik like dan aminkan.” Inilah doa senasib. Karena buat yang merasa sepenanggungan, doa-doa begini cocok kayaknya. Jadi buat yang ingin rumah mewah, mari klik like ramai-ramai.
5. Doa yang kesepian
Jangan salah, juga ada doa-doa yang kesepian. Mungkin kalian hanya fokus pada yang ramai, tapi sebenarnya banyak doa yang kesepian. Yang misalnya menulis begini, “Ya Allah, dekatkanlah jodohku. Tolong diklik like dan amin dong.” Dan ternyata, berjam-jam, berhari2, tidak ada yang klik like dan amin doa tersebut. Sepi.
Tidakkah kalian iba? Ini seriusan. Dia sudah sungguh minta tolong dilike, tapi kalian kemana? Kalian sungguh bukan friend lagi. Bagaimana mungkin, satu milyar lebih penghuni media sosial, satu pun like dan komen dia tidak dapat? Kenapa kalian hanya mau like dan komen di akun2 terkenal saja? Hikss....
Dan karena poin 5 inilah saya menulis catatan ini. Doa yang kesepian. Bahwa ketahuilah, saat kita sibuk meminta perhatian makhluk, saat kita sibuk sekali pengin eksis di depan makhluk-makhluk, hingga berdoa pun kita butuh perhatian mahkluk, kita lupa, boleh jadi, itulah sebab kenapa hidup ini terasa tetap hambar dan hampa. Kita lupa untuk sungguh mulai berdoa langsung pada sang pencipta. Wahai Tuhan, kenapa doa2 saya selama ini tidak makbul? Kenapa? Duuh, kita selama ini berdoanya ke Tuhan betulan saat 1/3 akhir malam sambil menangis di atas sajadah, atau cuma di facebook, twitter, instagram, path, dll?
*Tere Liye
Ayo perbaiki lagi cara kita berdoa..
Dari niat, cara dan tempat kita menyampaikannya.
Mudah2an menjadi bahan intropeksi bagi saya dan kita semua...:-D:-D:-D
Sabtu, 14 Mei 2016
Kesedihan Dunia
" Kesedihan Dunia "
Oleh Ustadz Oemar Mita. Lc
Kenapa kita masih sedih?
Karena masih di dunia
Kenapa masih meneteskan air mata?
Karena masih di dunia
Kenapa masih kecewa ?
Karena masih di dunia
Kenapa masih takut dan khawatir ?
Karena masih di dunia
Lalu kapan air mata akan mengering ?
Kesedihan akan berlalu ?
Ketakutan dan kekhawatiran akan sirna?
Alloh menjawab
ادْخُلُوا الْجَنَّةَ لا خَوْفٌ عَلَيْكُمْ وَلا أَنْتُمْ تَحْزَنُونَ (٤٩)
"Masuklah ke dalam syurga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati." (QS Al-A'roof : 49)
Ya…hilang semuanya, ketika sudah menapak syurga, sirna tanpa bekas dan sisa
- Semoga Bermanfaat-
Jumat, 15 April 2016
KUTIPAN ILMU (2) : Ubah Cara Kita Berdoa
UBAH CARA BERDOA
Dulu saat di SMP, ada sebuah percobaan menarik menggunakan garputala. Dua buabh garputala (A dan B) di hadap2-kan. Seorang siswa diminta memukul garputala A. Sementara siswa lainnya mengamati apa yg terjadi dg garputala B.
Saat itu saya sangat takjub. Bgm tidak, dua garputala terpisah bbrp cm saling menggetarkan. Garputala A yg dipukul akan bergetar, sekaligus menggetarkan garputala B. Yg lebih mengesankan saat jumlah garputala ditambah. Bunyinya saling menguat dan terdengar lebih keras. Seluruh siswa, termasuk saya bertanya2, mengapa hal ini bisa terjadi? Guru sains menjelaskan bahwa garputala A dan B itu bisa saling menggetarkan, krn keduanya mengalami resonansi (energi yg saling mengikat), hingga memiliki frekeunsi yg sama. Semakin banyak garputala (frek sama) ditambahkan, maka makin keras bunyi yg dihasilkan.
Penjelasan sang guru bertahun2 lalu itu memotivasi saya utk menyelidiki lebih jauh. Hasilnya: ternyata tdk hanya garputala, namun seluruh isi alam semesta ini akan saling menggetarkan, bila memiliki frek sama..!
Ya... SELURUH ISI ALAM SEMESTA, apapun dan siapapun..!
Bila Anda berpikir/berniat baik, maka Anda akan mengirim pikiran/niat baik ini ke seantero semesta.
Anda akan menggetarkan pikiran/niat baik lainnya yg ada disudut manapun di alam ini.
Sebaliknya, bila Anda berpikir/berniat jahat, maka Anda akan mengirim pikiran/niat jahat ini ke seantero semesta. Anda akan menggetarkan pikiran/niat jahat lainnya yg ada di sudut manapun di alam ini.
Itulah mengapa saat Anda berpikir/berniat baik, Anda akan dijumpai/ didekati oleh orang2 yg berpikiran sama dan didekati/didoakan oleh para malaikat.
Sebaliknya, saat Anda berpikir/berniat jahat, Anda akan dijumpai/ didekati oleh orang2 yg berfikiran sama, juga didekati oleh setan jin, iblis, dan antek-anteknya.
Begitulah hukum SALING GETAR (hukum RESONANSI) bekerja.
Demikian pula dalam DOA.
Berdoalah yg baik2, agar Anda MENGGETARKAN yg baik juga.
Namun, ada bbrp hal yg perlu diperhatikan mengenai doa ini.
Anda boleh berdoa seperti ini, “ya Allah… berilah SAYA ini… berilah SAYA itu.”
Tetapi JANGAN TERLALU BANYAK.
Maksudnya?
Anda jangan terlalu banyak berdoa utk diri Anda sendiri.
Mengapa?
Karena kalau Anda berdoa hanya utk diri sendiri, maka ANDA TIDAK PERNAH MENGGETARKAN SESUATU/SESEORANG diluar sana.
UBAH DOA ANDA..!
Berdoalah buat kaum muslimin dan muslimat, mu'minin dan mu'mminat, kedua orang tua Anda, isterii/suami, anak2, kerabat, sahabat2, teman2 Anda. Kirimkanlah doa2-mu kpd guru2-Anda, murid2-mu, kpd siapapun yg dikenal, maupun tdk.
Anda tahu apa terjadi?
SEMUA BERGETAR DAN SALING MENGUATKAN..!
Dan berita baiknya, bila Anda berdoa bukan utk diri Anda sendiri, tapi berdoa utk orang lain, maka Anda DIDOAKAN KEMBALI OLEH MALAIKAT.
Simak hadist ini:
"Doa. seseorang muslim untuk sdr-nya DILUAR SEPENGETAHUAN YG DIDOAKAN, doanya mustajab. Di atas kepala orang berdoa itu ada malaikat yg ditugaskan, agar setiap kali dia berdoa utk sdr2-nya langsung disambut "aamiin walaka bimitslih" (semoga dikabulkan dan untukmu sendiri juga spt itu)”
(HR Muslim).
Utk itu, BERDOA JUGA UTK SIAPAPUN TANPA SEPENGETAHUAN ORANG ITU, BEGITU ANDA UBAH DOA ANDA KPD ORANG LAIN, MAKA DOA ITUPUN UNTUK ANDA JUGA.
Maka, coba Anda bayangkan seandainya kita semua saling mendoakan yg baik dan terbaik buat siapapun. Bukankah negeri dan alam semesta ini akan dipenuhi dan diliputi gelombang frek yg baik?
Bukankah frekuensi baik ini akan MENARIK DAN MENGGETARKAN frekuensi Cinta dan Kasih sayang dari Allah?
SUNGGUH..! NEGERI INI AKAN BENAR2 MENJADI BALDATUN THAYYIBATUN WA RABBUN GHAFUUR, apabila semua berdoa dg cara seperti ini...🙂
Selasa, 05 April 2016
Ketika Hafalan Perlahan Hilang
Apakah hafalan kita semakin bertambah atau malah semakin berkurang...
Ada sebuah artikel tentang mengapa tilawah dan hafalan alquran kita bukannya semakin bagus dan bertambah tapi malah semakin buruk dan berkurang....
Seakan-akan hafalan tersebut hilang visualisasinya dalam memori saat lisan tak lagi bisa melantunkannya secara refleks.
Kenapa berjuang itu manis? Karena ada niat yang harus senantiasa diluruskan dan diperbarui, ada pengorbanan yang harus terus dilakukan, juga ada cinta yang selalu meminta untuk dibuktikan.
Sabtu, 02 April 2016
PEKA DONG!
Barusan dapat tulisan yang benar2 membuat saya merasaaaa tertohok, karena sering banget terjadi pada kita semuanya, khususnya pada diri saya pribadi.....
Begini isi tulisannya.
"
Udah dikasih kode, kok engga peka???
Tiba - tiba banyak nyamuk yang menggigit kita, akhirnya terbangun dari tidur. Lihat jam ternyata jam 02.00
Lalu ambil obat nyamuk, terus tidur lagi...Zzzzzzz
Setengah kemudian terbangun lagi karena kebelet buang air kecil. Setelah buang air, lihat jam ternyata masih jam 02.30 Ya udah deh, tidur lagi....Zzzzz
Udara dingin banget, bangun terus ambil selimut. Ternyata masih jam 03.00, Pasang selimut terus tidur lagi, dengan kehangatan selimut.
"AAAAHHHH..!!!! TIDAAAKK..!!!"
Terbangun...
Huft.. Ternyata tadi mimpi buruk. Lihat jam masih jam 03.30
"Tidur lagi ah, lumayan masih shubuh masih lama nih"
Sering kali kita tidak peka terhadap hal seperti itu, tidakkah kita merasa itu adalah kode dari Allah bahwa Allah sedang kangen sama kita????
Allah ingin kita sholat malam, ingin mendengar doa - doa kita dan curhat kita. Allah lagi rindu kita #PekaDong
Di sepertiga malam Allah turun dari 'Arsy menuju langit bumi.
Allah datang, eh kita malah tidur..
Katanya pengen hidup berubah, sukses, pengen meng-hajikan orang tua, pengen punya rumah, pengen punya mobil dan motor, Terus katanya pengen dapat jodoh *ehh...
Ketika manusia memberi kode kepada orang lain, terus orang tersebut nggak peka, pasti sakit hatikan ??
Terus bilang deh, "Kenapa sih kamu enggak peka sama aku?????
Coba bayangkan sudah berapa kali kita abaikan kode - kode dari Allah??????
Sama Allah aja enggak peka, apalagi sama diriku ?? *Ehh.. Just puding
Nanti malam kalau dapat kode dari Allah, peka yuk... :) :) :)
#SemangatQiyamulLail
Ya Allah...
Sungguh tidak pekanya kami sebagai hambaMu....
Kami hanya mementingkan urusan dunia
Kami hanya mementingkan kepentingan kami sendiri
Dan kami hanya tahu meminta tanpa mau mencuri hati dan perhatianmu...
Mariiiii....
SEMANGAT MENGEJAR AKHIRAT.
JANGAN MENGEJAR DUNIA...BIAR DUNIA AJA YANG MENGEJAR KITA
:-D:-D :-D
Senin, 28 Maret 2016
SEMANGAT
Yang mau UN ayo semangat, ni artinya SEMANGAT!!!
E : Eh, kerjaaannya belajar
M : Maunya belajar
A : Aku cuma mau belajar
N : Nah, waktunya belajar
G : Gue mau belajar
A : Aku mau belajar lagi
T : Tetap belajar
Jumat, 25 Maret 2016
Kutipan Ilmu (1) Oleh: Salim Afillah
DI MANAKAH KITA?
@salimafillah
Jika buku-buku yang kita baca menjadikan kita merasa lebih tahu daripada sesama.. Jika kajian-kajian yang kita hadiri membuat kita merasa telah pasti berada di jalan yang diridhai.. Jika dengan berada di jama'ah A, mengutip Syaikh B, dan menjadi murid Ustadz C menguarkan dalam dada kalimat, "Aku lebih baik daripada dia.." Jika 'ilmu & 'amal yang kita raih menumbuhkan perasaan betapa berhaknya kita atas surga.. Mari kita simak satu kisah di antara berpuluh ribu kemuliaan para salafush shalih.
Adalah Al Imam Abul Faraj ibn Al Jauzy, rautan pena yang digunakannya untuk menulis dapat menyalakan perapian sebuah rumah selama berbulan-bulan. Jika jumlah halaman seluruh karya tulisannya yang sekira 2000 judul dibagi dengan umurnya sejak baligh, maka dihasilkan bilangan 40 halaman per hari.
Melalui dakwahnya, lebih dari 30.000 Yahudi dan Nasrani masuk Islam. Melalui mau'izhahnya, lebih dari 100.000 orang bertaubat dari dosa-dosa. Tapi adalah beliau berwasiat kepada para muridnya sambil menangis terisak-isak. "Jika kalian telah masuk ke dalam surga Allah", ujarnya di sela sesenggukan, "Sedang kalian tak mendapatiku ada di sana.. Maka tanyakanlah oleh kalian tentang diriku. Lalu katakanlah, 'Ya Rabbi, sungguh hambaMu si fulan pernah mengingatkan kami tentang Engkau.. Maka angkatlah dia, sertakan bersama kami dengan rahmatMu." Dan beliau semakin tersedu.
Yaa Rabbanaa.. Aina nahnu min akhlaqis salaf.. Di manakah kedudukan kami dibanding segala kebajikan yang mereka tebar dengan ilmu dan 'amalnya; lalu di mana pula kami dibanding akhlaq dan ketawadhu'an mereka.. Renungan dari Perpustakaan Masjid Nabawi yang membuat hati kami bergoyah-gayih hingga kini..
Kamis, 24 Maret 2016
BERSAMA KALIAN PEJUANG SBM
2 bulan ke depan sepertinya akan menyenangkan bersama kalian semua.
Kalian...iya kalian....
Para pejuang SBMPTN...
Para generasi penerus bangsa..
Para pemuda pemudi Indonesia...
Yang berjuang untuk bisa belajar di universitas terbaik yang kalian inginkan.
Bersama kalian akan menyenangkan...
Menghabiskan ratusan bahkan ribuan SOAL dalam 2 bulan...
Bersama kalian akan menyenangkan....
Menertawakan diri ketika tidak bisa dan merendah ketika bisa....
Bersama kalian akan menyenangkan...
Dari yang paling pemalas melihat soal hingga yang haus akan soal2 baru yang lebih sulit...
Bersama kalian akan menyenangkan...
Dari yang menjawab dengan perasaan hingga yang menjawab dengan pikiran...
Bersama kalian akan menyenangkan...
Karena kalian adalah
PAKET KOMPLITTT...PLIT..PLIT...
:-D :-D :-D
Selasa, 22 Maret 2016
Hati-hati Dengan Hati
Hati-hati dengan hati...
Benar-benar ungkapan yang sangat dalam.
Ya benar, secara harfiah hati adalah organ yang memang sangat perlu di jaga karena hati adalah organ yang menyaring racun dalam tubuh manusia, jika organ hati rusak maka tidak ada organ lain yang dapat menggantikan perannya.
Hati-hati dengan hati...
Hati secara lahiriah juga benar2 harus dijaga. Ada banyak penyakit hati yang dapat mendatanginya. Rasa dengki, iri, hasut, riya, sombong, dsb.
Rasul pernah bersabda bahwa" ada satu bagian dalam diri manusia jika bagian tsb hancur maka hancurlah segalanya namun jika bagian ini baik maka baiklah segalanya, bagian tersebut adalah hati."
Jadi, mari sama2 kita jaga hati kita dari segala penyakit hati. Agar baik segala apa yang ada pada diri kita....😊😊😊
HAMASAH😀
Rabu, 01 Mei 2013
Pengalaman MRI (2)
Setelah saya menjalani tes yang membuat dokter yang menangani saya mengira saya mengalami penekanan di batang otak, saya diminta untuk rawat inap dan menjalani MRI keesokan paginya
Tapi, karena satu hal dan lain hal saya tidak mau menjalani rawat inap malam itu. Saya hanya meminta surat rujukan untuk melakukan MRI keesokan paginya. Dan akhirnya saya harus menandatangani surat penolakan tindakan medis dari RS tersebut.
Setelah menandatangani surat tersebut dan ayah saya datang (Oh iya alhamdulillahnya ayah saya lagi di Jakarta) saya kembali ke kosan untuk beistirahat agar bisa menjalani MRI keesokan harinya.
Besok paginya saya menuju RS bunda Jakarta untuk menjalani pemeriksaan MRI di bagian kepala.
Penanganan di RS tersebut sangat baik dan ramah, sehingga saya tidak merasa takut. Sebelum masuk ruang MRI saya diminta mengisi form terkait kemungkinan adanya alat-alat berbahan besi di tubuh saya dan alhamdulillanya gak ada jadi saya bisa langsung ruang pemeriksaan.
Mula-mula saya diminta berganti pakaian menggunakan pakaian untuk pemeriksaan trus saya diminta masuk ruangan berukuran sekitar 4 x 4 meter. Kemudian saya masuk ke dalam tabung yang merupakan alat MRI. Sebelum masuk suster mengingatkan saya bahwa akan ada suara-suara yang cukup keras yang akan terdengar sehinnga saya diminta menggunakan headset, dan apabila saya takut atau gak kuat dengan suaranya boleh minta berhenti. tapi, prosesnya harus diulang lagi. Pemeriksaan MRI tersebut berlangsung lebih kurang 15-20 menit.
Dan ternyata benar setelah 15 menitan berada di tabung tersebut pemeriksaaan selesai dan saya diminta menunggu selama 2 jam untuk mengambil hasil MRI tersebut.
Karena hari itu saya ada ujian tengah semester, setelah melakukan pemeriksaan saya langsung menuju kampus untuk mengikuti ujian dan yang menunggu hasilnya cuma ayah saya aja. dan ternyata hasil tersebutpun baru bisa dibaca oleh dokter spesialis syarafnya malam harinya.
Akhirnya, pada pukul 8 malam saya bertemu dengan dokter syaraf yang menangani saya dan setelah menunggu beberapa menit saya dipanggil. Dan setelah membaca hasil MRI, dokter tersebut mengatakan bahwa hasil MRI menunjukkan bahwa tidak terindikasi ada sesuatu di syaraf otak saya, dan syaraf mata, otak, dan batang otak saya ALHAMDULILLAH 100% sehat. Rasanya ingin langsung sujud syukur mengungkapkan segala rasa syukur dan kelegaan yang saya rasakan.
Allah begitu sayang pada hambaNya, Dia tidak akan memberi musibah melebihi kesanggupan hambaNya, dan saya sangat yakin akan hal itu. Tidak ada yang bisa memutuskan sesuatu di luar kehendakNya.
dan ingatlah pesan Rasulullah:
"Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu."
